LAPORAN ISI BUKU
2.1Sinopsis
Dian,
seorang remaja asal Indonesia yang baru saja pindah ke Hokkaido,Jepang. Banyak
pengalaman baru yang ia dapatkan selama di Hokkaido. Hari-hari Dian diwarnai
oleh sahabatnya, Akira. Akira, seorang anak lelaki bersuara tegas dan menjabat
sebagai ketua kelas di SMP Audotorium Yasuda. Disisi lain, ada Akiko yang
berusaha untuk menjadi sahabat bagi Dian. Akiko adalah teman sekelas sekaligus
apartemennya yang dianggap aneh dan menjengkelkan.
Mulai
dari sini, keanehan-keanehan muncul. Sebelumnya, juga ada keanehan yang membuat
Dian bingung. Ketika Ayah bertanya kepadanya, “Dian, bagaimana kalau kamu
memiliki ayah baru?” dan perkataan Nenek Akiko. “Kukira cucuku. Kamu
mirip sekali dengannya. Perbedaanya hanya terletak pada matanya saja. Matamu
bulat dan hitam, sedangkan dia sipit dan...,” Nenek Akiko tak melanjutkan
perkataannya.
Lama-lama, Akira menyuruh Dian untuk menyetujui permintaan
Akiko. Akira bilang, bahwa Akiko memiliki sebuah rahasia yang membuatnya tak
memiliki sahabat sampai sekarang. Awalnya, Dian ragu. Tapi akhirnya, Dian
menerima juga. Akiko senang. Dia mulai mengajak Dian berkunjung ketempat-tempat
yang ada di Hokkaido. Dan, keanehan lagi muncul.
Saat itu, Akiko dan Dian sedang mengunjungi sebuah pasar
makanan. Di pasar tersebut, mereka membeli cokelat. Si pedagang cokelat
mengatakan kalau mereka kembar! Jelas saja mereka kaget! Ini sungguh aneh.
Saat persahabatan mereka berjalan lancar, sebuah hal yang
tak terduga terjadi. Dian dan keluarganya harus kembali ke Indonesia karena
Ayah Dian terkena tipu pekerjaannya. Dengan berat hati, Akiko dan Akira melepas
kepergian Dian.
Surat
pengakuan didapatkan Dian dari Mr. Takeshi, ayah Akiko. Apakah Dian dan Akiko
memiliki hubungan darah? Padahal mereka baru saja kenal. Bagaimana mungkin
mereka bersaudara?
2.2Unsur
Intrinsik
A.
Tema
Cerita :
Gadis kembar yang dipertemukan secara tidak sengaja
Data Tekstual :
Halaman 16 “Gadis bertubuh mungil yang
sedang berlari itu menabrak Dian yang juga mungil. Mereka terguling-guling di
tangga berbentuk L.”
Halaman 31 “ Berkali-kali ia
mengerjapkan mata, memastikan penglihatannya tidak salah. Apakah gadis yang
berada di apartemen 104? Dan sekarang menjadi teman sekelasnya?”
B.
Alur
Cerita :
Cerita ini menggunakan alur maju
Data Tekstual :
Halaman 28 “Hari ini , dia baru saja
masuk di kelas 2 SMP Auditorium Yasuda.”
Halaman 29 “ Setelah mengedarkan
pandangan ke seluruh murid yang ada di kelas”
Halaman 80 “ Esoknya, saat istirahat
pertama di sekolah, Dian berjalan sendiri menuju pohon sakura”
C.
Setting
Cerita :
Jepang, Hokkaido
Data Tekstual :
Halaman 69 “Hokkaido sangat terkenal
dengan cokelat Shiroi Koibito. Cokelat ini sengaja dibuat sebagai penggoda
indra perasa. Dengan aroma kelapa yang kaya dan menggiurkan pasti membangkitkan
segala ahsrat demi kegemaran akan cokelat”
D.
Latar
Belakang :
Keinginan Dian untuk mengetahui kebenaran
Data Tekstual :
Halaman 65 “Dia terbelalak dan alisnya
terangkat tinggi begitu mendengar ucapan Mr. Takeshi. Dian berharap, omongan
Mr. Takeshi itu tidak benar”
Halaman 66 “Apakah ayahmu pernah
mengatakan sebuah rahasia?”
E.
Sudut
Pandang :
Orang Ketiga (serba tau)
Data Tekstual :
Halaman 20 “Dian dan ayahnya keluar dari
apartemen bernomor 102”
Halaman 21 “ Saat melihat kegelisahan
terpancar dari wajah Dian, Ayah tertawa dan langsung mengusap lembut rambut
Dian”
Halaman 84 “Akira tertawa kecil sembari
merapikan poni dengan jari”
F.
Gaya
Bahasa :
1.
Hiperbola
Halaman 92 : Ucapan yang singkat itu
mampu membuat hati Akiko serasa ditusuk pedang.
Halaman 133 : Persendiannya terasa lepas
semua
2.
Personifikasi
Halaman 51 : Sepertinya mereka sedang
menghangatkan tubuh di dalam karena cuaca tidak bersahabat
G. Penokohan
1.
Dian : Gadis berusia 12
tahun yang memiliki sifat cuek. Ia bersekolah di SMP Audotorium Yasuda kelas 2
SMP.
Data Tekstual :
Halaman 12 “Percuma ia mengeluh, ibunya
tetap tidak mengabulkan ucapannya”
Halaman 17 “Dian hanya membungkukan
tubuh tanpa tersenyum sedikitpun”
Halaman 28 : dia baru saja masuk di
kelas 2 SMP Audotorium Yasuda
2.
Akiko : Gadis kesepian yang
tidak memiliki sahabat perempuan. Ia juga memiliki kekurangan fisik yaitu buta
warna.
Data Tekstual :
Halaman3 34 :Aku tidak mempunyai sahabat
perempuan dan aku ingin mempunya sahabat perempuan. Anak perempuan yang lain,
tidak mau berteman denganku. Kebayang kan, betapa sepnya hari-hariku? Hehe..”
Halaman 91 : Bukannya para guru tahu
kalo dia tidak bisa melihat warna-warna?
Halaman 92 : “Hai anak buta warna!”
ledek salah satu temannya
3.
Akira : Ketua kelas keren,
berwajah manis dan memiliki mata cokelat yang teduh
Data Tekstual :
Halaman 29: Dian menangkap sosok cowok
keren berwajah manis didepannya. Mata cokelatnya sangat teduh
4.
Mr.
Takeshi : Berantakan
dan pemabuk
Data Tekstual
Halaman 61: Seoang pria dengan rambut
acak-acakan dan kumis yang tidak rapi merangkul Akiko dari belakang
Halaman 61: Bau Alkohol langsung
menyergap hidung Dian
H. Amanat
1.
Nilai
Sosial : Dalam
novel ini tersirat bahwa persahabatan haruslah saling membantu
Data Tekstual
Halaman 56: Akhirnya ranting pohon dan
tumpukan salju tubuh Akiko
Halaman 105: Tiba-tiba, ada seorang yang
meraih pundak salah satu anak laki-laki lalu mendorongnya ke belakang hingga
jatuh terduduk sembari memegangi bokongnya
2.
Nilai
Keagamaan :Terdapat
nilai keagamaan yang mengingatkan kita kepada Allah SWT
Data Tekstual
Halaman 95: “Yah,kita tidak berdoa di kuil. Kita kan
Muslim” potong Dian bingung
2.3
Penilaian
A. Penilaian terhadap
tema
Tema yang diusung Dyah
Apriliyani cukup menarik. Ketika saudara kembar yang terpisah selama 10 tahun,
kembali bertemu secara tidak sengaja.
Dari latar belakang berbeda, akhirnya Dian bisa bersahabat dengan Akiko.
Ini mengajarkan kepada semua orang, bahwa persahabatan bukanlah mementingkan
fisik/materi. Persahabatan harus dibangun atas dasar ketulusan hati. Saling
membantu dan saling menghormati adalah kunci persahabatan yang kokoh.
B. Keunggulan dan Kelemahan
Keunggulan buku ini
adalah penggunaan bahasa yang sangat sederhana. Bahasanya banyak digunakan oleh
kalangan remaja, oleh sebab itu mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu, novel
ini mengajarkan arti persahabatan yang sesungguhnya. Meski terbatas jarak, Dian
dan Akiko bisa tetap menjadi sahabat.
Kelemahan buku ini
adalah kekurangan pengetahuan si penulis. Contohnya seperti kalimat “Saat musim
dingin bisa mencapai minus dua ratus
derajat”. Padahal suhu tertinggi di Jepang hanya mencapai minus empat puluh derajat. Selain itu, penulis
kurang bisa menggambarkan suasana Hokkaido.
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
a. Novel remaja yang berjudul “Surprise in Hokkaido” ini menggambar
kan
tentang
para gadis kembar yang terpisah
sejak lahir
b. Persahabatan terjalin ketika ada
ketulusan dari pihak yang bersangkutan
c. Meski jarak memisahkan gadis
kembar, mereka tetaplah saudara kandung yang tidak akan dipisahkan
d. Keluarga bukanlah semata-mata
tentang hubungan darah, melainkan kasih yang hadir ditengah-tengah mereka
3.2
Saran
a. Untuk novel selanjutnya
sebaiknya research terlebih dahulu,
agar penggambaran suasana di luar negeri dapat tergambar dengan mudah dan
jelas. Selain itu, pembaca juga bisa menerima bahwa kalimat yang terdapat di
novel itu logis dan masuk akal.
b. Semuanya sudah cukup sempurna.
Baik di dalam penyampaiannya sebagai penulis maupun ucapan secara langsung.
Serta bentuk fisik dari buku novel tersebut sudah sangat bagus dan menarik
perhatian pembaca.
DAFTAR PUSTAKA
Apriliani, Dyah. 2014. Surprise in Hokkaido. Jakarta: DAR!Mizan