Kamis, 16 Februari 2017

CONTOH LAPORAN BUKU FIKSI

4

Ini adalah contoh laporan buku fiksi yang terdiri dari PENDAHULUAN-ISI-PENUTUP.




PENDAHULUAN
1.1  Maksud dan Tujuan
Laporan buku merupakan suatu bentuk penyajian pengamatan sebuah buku baik fiksi maupun nonfiksi (ilmiah). Laporan buku yang kami susun adalah laporan buku fiksi berupa novel yang berjudul “Surprise in Hokkaido”. Laporan buku ini dikerjakan untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia.

Adapun tujuan penulisan laporan buku fiksi yaitu untuk memberikan pandangan terhadap para remaja untuk lebih menghargai waktu bersama sahabat, serta mengetahui arti sahabat sesungguhnya.
1.2  Identitas Buku
A.   Judul                : Surprise In Hokkaido
B.   Penulis             : Dyah Apriliani
C.   Penerbit           : DAR! Mizan
D.   Tahun terbit     : 2014
E.    Harga               : Rp35.000,-
F.    Format Perwajahan Depan

Warna dasar cover yaitu merah muda.Terdapat 2 seorang gadis kembar yang sedang duduk dan seperti melihat ke arah kamera. Gadis yang duduk disebelah kiri menggunakan jaket biru, sedangkan yang sebelah kanan menggunakan jaket hijau. Disudut kanan atas terdapat logo PBC (Pink Berry Club). Disudut kanan bawah terdapat logo penerbit DAR!Mizan. Dibawah gambar gadis tersebut, terdapat judul dari novel tersebut yaitu Surprise in Hokkaido.

Format Perwajahan Belakang
Warna dasar cover yaitu merah muda. Terdapat sinopsis dari novel tersebut. Diatas sinopsis terdapat tulisan Pink Berry Club. Dibawah sinopsis terdapat logo DAR!Mizan,festival Mizan 2014, serta alamat kantor dan email penerbit.




LAPORAN ISI BUKU
2.1Sinopsis
Dian, seorang remaja asal Indonesia yang baru saja pindah ke Hokkaido,Jepang. Banyak pengalaman baru yang ia dapatkan selama di Hokkaido. Hari-hari Dian diwarnai oleh sahabatnya, Akira. Akira, seorang anak lelaki bersuara tegas dan menjabat sebagai ketua kelas di SMP Audotorium Yasuda. Disisi lain, ada Akiko yang berusaha untuk menjadi sahabat bagi Dian. Akiko adalah teman sekelas sekaligus apartemennya yang dianggap aneh dan menjengkelkan.
Mulai dari sini, keanehan-keanehan muncul. Sebelumnya, juga ada keanehan yang membuat Dian bingung. Ketika Ayah bertanya kepadanya, “Dian, bagaimana kalau kamu memiliki ayah baru?” dan perkataan Nenek Akiko. “Kukira cucuku. Kamu mirip sekali dengannya. Perbedaanya hanya terletak pada matanya saja. Matamu bulat dan hitam, sedangkan dia sipit dan...,” Nenek Akiko tak melanjutkan perkataannya.
Lama-lama, Akira menyuruh Dian untuk menyetujui permintaan Akiko. Akira bilang, bahwa Akiko memiliki sebuah rahasia yang membuatnya tak memiliki sahabat sampai sekarang. Awalnya, Dian ragu. Tapi akhirnya, Dian menerima juga. Akiko senang. Dia mulai mengajak Dian berkunjung ketempat-tempat yang ada di Hokkaido. Dan, keanehan lagi muncul.

Saat itu, Akiko dan Dian sedang mengunjungi sebuah pasar makanan. Di pasar tersebut, mereka membeli cokelat. Si pedagang cokelat mengatakan kalau mereka kembar! Jelas saja mereka kaget! Ini sungguh aneh.

Saat persahabatan mereka berjalan lancar, sebuah hal yang tak terduga terjadi. Dian dan keluarganya harus kembali ke Indonesia karena Ayah Dian terkena tipu pekerjaannya. Dengan berat hati, Akiko dan Akira melepas kepergian Dian.

          Surat pengakuan didapatkan Dian dari Mr. Takeshi, ayah Akiko. Apakah Dian dan Akiko memiliki hubungan darah? Padahal mereka baru saja kenal. Bagaimana mungkin mereka bersaudara?

         

2.2Unsur Intrinsik
A.   Tema Cerita       : Gadis kembar yang dipertemukan secara tidak sengaja
Data Tekstual      :
Halaman 16 “Gadis bertubuh mungil yang sedang berlari itu menabrak Dian yang juga mungil. Mereka terguling-guling di tangga berbentuk L.”
Halaman 31 “ Berkali-kali ia mengerjapkan mata, memastikan penglihatannya tidak salah. Apakah gadis yang berada di apartemen 104? Dan sekarang menjadi teman sekelasnya?”
B.   Alur Cerita         : Cerita ini menggunakan alur maju
Data Tekstual      :
Halaman 28 “Hari ini , dia baru saja masuk di kelas 2 SMP Auditorium Yasuda.”
Halaman 29 “ Setelah mengedarkan pandangan ke seluruh murid yang ada di kelas”
Halaman 80 “ Esoknya, saat istirahat pertama di sekolah, Dian berjalan sendiri menuju pohon sakura”
C.   Setting Cerita     : Jepang, Hokkaido
Data Tekstual      :
Halaman 69 “Hokkaido sangat terkenal dengan cokelat Shiroi Koibito. Cokelat ini sengaja dibuat sebagai penggoda indra perasa. Dengan aroma kelapa yang kaya dan menggiurkan pasti membangkitkan segala ahsrat demi kegemaran akan cokelat”
D.   Latar Belakang  : Keinginan Dian untuk mengetahui kebenaran
Data Tekstual      :
Halaman 65 “Dia terbelalak dan alisnya terangkat tinggi begitu mendengar ucapan Mr. Takeshi. Dian berharap, omongan Mr. Takeshi itu tidak benar”
Halaman 66 “Apakah ayahmu pernah mengatakan sebuah rahasia?”
E.   Sudut Pandang : Orang Ketiga (serba tau)
Data Tekstual      :
Halaman 20 “Dian dan ayahnya keluar dari apartemen bernomor 102”
Halaman 21 “ Saat melihat kegelisahan terpancar dari wajah Dian, Ayah tertawa dan langsung mengusap lembut rambut Dian”
Halaman 84 “Akira tertawa kecil sembari merapikan poni dengan jari”
F.    Gaya Bahasa      :
1.     Hiperbola
Halaman 92 : Ucapan yang singkat itu mampu membuat hati Akiko serasa ditusuk pedang.
Halaman 133 : Persendiannya terasa lepas semua
2.     Personifikasi
Halaman 51 : Sepertinya mereka sedang menghangatkan tubuh di dalam karena cuaca tidak bersahabat
G.  Penokohan
1.     Dian      : Gadis berusia 12 tahun yang memiliki sifat cuek. Ia bersekolah di SMP Audotorium Yasuda kelas 2 SMP.
Data Tekstual :
Halaman 12 “Percuma ia mengeluh, ibunya tetap tidak mengabulkan ucapannya”
Halaman 17 “Dian hanya membungkukan tubuh tanpa tersenyum sedikitpun”
Halaman 28 : dia baru saja masuk di kelas 2 SMP Audotorium Yasuda
2.     Akiko   : Gadis kesepian yang tidak memiliki sahabat perempuan. Ia juga memiliki kekurangan fisik yaitu buta warna.
Data Tekstual :
Halaman3 34 :Aku tidak mempunyai sahabat perempuan dan aku ingin mempunya sahabat perempuan. Anak perempuan yang lain, tidak mau berteman denganku. Kebayang kan, betapa sepnya hari-hariku? Hehe..”
Halaman 91 : Bukannya para guru tahu kalo dia tidak bisa melihat warna-warna?
Halaman 92 : “Hai anak buta warna!” ledek salah satu temannya
3.     Akira    : Ketua kelas keren, berwajah manis dan memiliki mata cokelat yang teduh
Data Tekstual :
Halaman 29: Dian menangkap sosok cowok keren berwajah manis didepannya. Mata cokelatnya sangat teduh
4.     Mr. Takeshi   : Berantakan dan pemabuk
Data Tekstual
Halaman 61: Seoang pria dengan rambut acak-acakan dan kumis yang tidak rapi merangkul Akiko dari belakang
Halaman 61: Bau Alkohol langsung menyergap hidung Dian
H.  Amanat
1.     Nilai Sosial     : Dalam novel ini tersirat bahwa persahabatan haruslah saling membantu
Data Tekstual
Halaman 56: Akhirnya ranting pohon dan tumpukan salju tubuh Akiko
Halaman 105: Tiba-tiba, ada seorang yang meraih pundak salah satu anak laki-laki lalu mendorongnya ke belakang hingga jatuh terduduk sembari memegangi bokongnya
2.     Nilai Keagamaan    :Terdapat nilai keagamaan yang mengingatkan kita kepada Allah SWT
Data Tekstual
Halaman 95: “Yah,kita tidak berdoa di kuil. Kita kan Muslim” potong Dian bingung
2.3 Penilaian
A. Penilaian terhadap tema
Tema yang diusung Dyah Apriliyani cukup menarik. Ketika saudara kembar yang terpisah selama 10 tahun, kembali bertemu secara tidak sengaja.  Dari latar belakang berbeda, akhirnya Dian bisa bersahabat dengan Akiko. Ini mengajarkan kepada semua orang, bahwa persahabatan bukanlah mementingkan fisik/materi. Persahabatan harus dibangun atas dasar ketulusan hati. Saling membantu dan saling menghormati adalah kunci persahabatan yang kokoh.




 B. Keunggulan dan Kelemahan
Keunggulan buku ini adalah penggunaan bahasa yang sangat sederhana. Bahasanya banyak digunakan oleh kalangan remaja, oleh sebab itu mudah dipahami oleh pembaca. Selain itu, novel ini mengajarkan arti persahabatan yang sesungguhnya. Meski terbatas jarak, Dian dan Akiko bisa tetap menjadi sahabat.
Kelemahan buku ini adalah kekurangan pengetahuan si penulis. Contohnya seperti kalimat “Saat musim dingin bisa mencapai minus dua ratus derajat”. Padahal suhu tertinggi di Jepang hanya mencapai minus empat puluh derajat. Selain itu, penulis kurang bisa menggambarkan suasana Hokkaido.





PENUTUP
3.1 Kesimpulan
a. Novel remaja yang berjudul “Surprise in Hokkaido” ini menggambar
kan tentang  para gadis kembar yang terpisah sejak lahir
b. Persahabatan terjalin ketika ada ketulusan dari pihak yang bersangkutan
c. Meski jarak memisahkan gadis kembar, mereka tetaplah saudara kandung yang tidak akan dipisahkan
d. Keluarga bukanlah semata-mata tentang hubungan darah, melainkan kasih yang hadir ditengah-tengah mereka

3.2 Saran
a. Untuk novel selanjutnya sebaiknya research terlebih dahulu, agar penggambaran suasana di luar negeri dapat tergambar dengan mudah dan jelas. Selain itu, pembaca juga bisa menerima bahwa kalimat yang terdapat di novel itu logis dan masuk akal.
b. Semuanya sudah cukup sempurna. Baik di dalam penyampaiannya sebagai penulis maupun ucapan secara langsung. Serta bentuk fisik dari buku novel tersebut sudah sangat bagus dan menarik perhatian pembaca.



DAFTAR PUSTAKA

Apriliani, Dyah. 2014. Surprise in Hokkaido. Jakarta: DAR!Mizan






4 komentar:

  1. izin copas gan, makasih banyak udah bantu tugas ane, semoga selalu diberi rezeki yang berkah, aaamiin

    BalasHapus
  2. ini resensi atau bagian-bagian buku fiksi ya?

    BalasHapus